Loading...

"Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu.

Loading...
"Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu. - Apa khabar sahabat TIMES NEW MALAYSIA, Dalam artikel yang anda baca kali ini dengan tajuk "Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu., kami telah menyediakan dengan baik untuk artikel ini anda membaca dan memuat turun maklumat di dalamnya. mudah-mudahan mengisi jawatan Artikel BOLASEPAK, Artikel NEWS, Artikel PERNIAGAAN, kita menulis ini, anda boleh memahami. Nah, selamat membaca.

Tajuk : "Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu.
link : "Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu.

lihat juga


"Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu.


Saya di pasar besar pagi tadi.
Setelah membeli semua barang keperluan, saya mempunyai 3 ringgit 3 puluh sen dalam kocek saya.
Saya ingin membeli kentang. Tanda harga mengatakan harga sekilo ialah RM3.50. Saya ambil 5 biji kentang dan menyuruh Tokey gerai itu menimbangnya.
"Boss, saya ada 3.30 sen saja. Kalau harga lebih you buang satu bijik ya..." kata saya.
"Aiya...ini satu kilo lebih la boss...tapi tapa la...lu kasi saja apa lu ada," kata Tokey gerai.
"Alamak, you rugi la ini macam..." sahut saya.
"Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu.
Saya pun beri RM3.30sen kepada dia dan mengambil bungkusan ubi kentang itu.
"Ok boss....tenkiu arr..." ujar saya.
Dia mengangguk sambil senyum.
Saya seorang Melayu Islam. Saya rasa Tokey itu sengaja mahu menonjolkan kebaikan dan budi pekerti bangsa dan peradaban ugama nya kepada saya. 
Pada masa itu, saya rasa amat tertarik kepada bangsa dan ugamanya. Sampai terasa ingin meninggalkan bangsa dan ugama saya.
Tapi mujurlah dekat car park saya ternampak bumbung surau kat situ. Saya terselamat.
Inilah saya datang ke balai untuk buat repot. 
Gong xi fa cai.
Hamaigawd...maaf....sampai saya tertulis gong xi fa cai lagi...








from steadyaku47 http://ift.tt/2r5D0FN
Loading...
style="font-family: "arial" , "helvetica" , sans-serif; font-size: large;">Saya di pasar besar pagi tadi.
Setelah membeli semua barang keperluan, saya mempunyai 3 ringgit 3 puluh sen dalam kocek saya.
Saya ingin membeli kentang. Tanda harga mengatakan harga sekilo ialah RM3.50. Saya ambil 5 biji kentang dan menyuruh Tokey gerai itu menimbangnya.
"Boss, saya ada 3.30 sen saja. Kalau harga lebih you buang satu bijik ya..." kata saya.
"Aiya...ini satu kilo lebih la boss...tapi tapa la...lu kasi saja apa lu ada," kata Tokey gerai.
"Alamak, you rugi la ini macam..." sahut saya.
"Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu.
Saya pun beri RM3.30sen kepada dia dan mengambil bungkusan ubi kentang itu.
"Ok boss....tenkiu arr..." ujar saya.
Dia mengangguk sambil senyum.
Saya seorang Melayu Islam. Saya rasa Tokey itu sengaja mahu menonjolkan kebaikan dan budi pekerti bangsa dan peradaban ugama nya kepada saya. 
Pada masa itu, saya rasa amat tertarik kepada bangsa dan ugamanya. Sampai terasa ingin meninggalkan bangsa dan ugama saya.
Tapi mujurlah dekat car park saya ternampak bumbung surau kat situ. Saya terselamat.
Inilah saya datang ke balai untuk buat repot. 
Gong xi fa cai.
Hamaigawd...maaf....sampai saya tertulis gong xi fa cai lagi...








from steadyaku47 http://ift.tt/2r5D0FN


dengan itu Perkara "Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu.

yang semua artikel "Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu. Kali ini, diharapkan dapat memberi manfaat kepada anda semua. Okay, jumpa di lain post artikel.

Kini anda membaca artikel "Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu. dengan alamat pautan https://timesnewmalaysia.blogspot.com/2017/05/bukan-rugi-bosskita-untung-kawan-kata.html

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

0 Response to ""Bukan rugi boss...kita untung kawan..." kata Tokey itu."

Catat Ulasan

Loading...